Studi Kasus · Jawa Barat · RKPD, RUPTL & Data Operasional PLN

Data Pendukung: Adaptasi MDP Perencanaan Energi Terbarukan Berkeadilan untuk Jawa Barat

Rekap data kuantitatif hasil ekstraksi dari RKPD Provinsi Jawa Barat 2026, RUPTL PLN 2025-2034, dan data operasional gangguan jaringan PLN UID Jabar — disusun untuk mendukung riset adaptasi kerangka MDP equity-aware ke konteks Jawa Barat.

Fosil 75,64%
EBT 24,36%
Bauran Energi Primer Jawa Barat — 2023 Target RUED 2025: min. 20%  |  Target 2050: 28%
Rasio Elektrifikasi
99,99%
Target provinsi 2026 · Tabel 5.31
Porsi EBT / Bauran Energi
24,36%
Realisasi 2023 → target 24,71% (2026)
Konsumsi Listrik / Kapita
1.392kWh
2024, naik dari 1.337 kWh (2022)
Penduduk Miskin Provinsi
7,08%
2024 · 8 dari 27 kab/kota masih >10%

01 Kondisi & Target Ketenagalistrikan Provinsi

Tren konsumsi dan komposisi bauran energi — dasar untuk mengisi state variable "demand" dan "supply RE/NRE" pada model MDP.

Konsumsi Listrik Provinsi Jawa Barat

GWh total (batang) vs kWh per kapita (garis) — 2022–2024
Sumber: RKPD 2026, Tabel 2.87, hal. II-160

Bauran Energi Primer 2023

Fosil vs Energi Baru Terbarukan
Sumber: RKPD 2026, hal. II-159

Potensi Energi Baru Terbarukan per Sumber

Skala logaritmik (MW-ekuivalen) — potensi teoretis, bukan kapasitas terpasang
Sumber: RKPD 2026, hal. II-159

Target Porsi EBT dalam Bauran Energi

Tren realisasi & target RKPD 2023–2026
Sumber: RKPD 2026, Tabel 7.3 hal. 831 (⚠ Tabel 5.31 hal.772 sebut target 2026 = 23,85% — ada selisih kecil antar tabel, perlu diklarifikasi)

02 Anggaran Dinas ESDM 2026

Pagu anggaran per program — kandidat langsung untuk parameter budget constraint pada MDP.

Pagu Anggaran Program ESDM 2026

Dalam miliar rupiah
Sumber: RKPD 2026, Bab IV, hal. 622–623

Catatan Anggaran

 
Pengelolaan KetenagalistrikanRp 101,44 M
Pengelolaan Energi Baru TerbarukanRp 4,07 M
Rasio EBT : Ketenagalistrikan≈ 1 : 25

Anggaran "Ketenagalistrikan" jauh lebih besar karena mencakup operasional 7 Cabang Dinas ESDM dan target elektrifikasi daerah tertinggal — bukan murni belanja pembangkit EBT. Ini relevan untuk membedakan action "perluasan grid" vs "insentif EBT" di action space MDP.

03 Sorotan Ekuitas: 7 Wilayah Kerja Cabang Dinas ESDM

Setiap wilayah kerja punya target identik 100% "pembangunan sarana listrik daerah belum berkembang, terpencil & perdesaan" — kandidat unit spasial untuk state variable region pada MDP (paralel dengan 8 kota pada paper asli).

Program Equity

Jabar Caang

Skema pendanaan APBD + CSR untuk memberi sambungan listrik gratis bagi rumah tangga miskin yang belum berlistrik — contoh langsung kebijakan redistributif yang bisa dipetakan ke reward function equity term.

PLTS Atap Institusi

PLTS Atap di 7 SMA/K

Pembangunan PLTS atap di gedung sekolah wilayah kerja Dinas ESDM untuk mendorong bauran EBT — contoh action "bangun fasilitas RE publik" yang paling dekat dengan model MDP asli.

Skema KPBU (Swasta)

TPPAS Legok Nangka

Proyek waste-to-energy dengan skema Kerjasama Pemerintah-Badan Usaha, memakai Perjanjian Jual Beli Listrik ke PLN atas penugasan Kementerian ESDM — contoh nyata dominasi swasta/IPP yang perlu direpresentasikan sebagai actor terpisah.

04 Kemiskinan per Kabupaten/Kota (2020–2024)

Proxy equity-index / social vulnerability untuk 27 kabupaten/kota — state variable inti pada reward function equity-aware.

Kabupaten/Kota 2020 2021 2022 2023 2024 Status Equity

Klasifikasi: Prioritas Tinggi >10% penduduk miskin · Sedang 7–10% · Rendah <7% (berdasarkan data 2024). Sumber: RKPD 2026, Tabel 2.38, hal. II-66–67.

05 Konteks Provinsi: Kemiskinan vs IPM

Tren 2020–2024 dan sebaran ekstrem IPM antar kabupaten/kota (disparitas Jabar Utara/Tengah vs Jabar Selatan).

Persentase Penduduk Miskin vs IPM Provinsi

2020–2024
Sumber: RKPD 2026, Tabel 2.36 & 2.26

Disparitas IPM Kab/Kota 2024

3 tertinggi vs 3 terendah (poin)
Sumber: RKPD 2026, hal. II-49–50 (narasi teks, bukan tabel lengkap)

06 RUPTL PLN 2025–2034: Sistem Jawa Barat

Lampiran B.3 RUPTL — proyeksi demand, kapasitas eksisting, dan kandidat pembangkit EBT spesifik Provinsi Jawa Barat.

Beban Puncak 2024
8.725MW
Proyeksi 2034: 13.135 MW (+51%)
Total Gardu Induk
31.373MVA
350 unit trafo terpasang
Kandidat Kapasitas EBT
3.522MW
49 proyek teridentifikasi PLN, belum committed
Potensi Floating PLTS
3.095MW
7 waduk PU di Jabar

Proyeksi Kebutuhan Tenaga Listrik Jabar

Beban puncak (MW) & penjualan (GWh), 2025–2034
Sumber: RUPTL 2025-2034, Tabel B3.8, hal. B-37

Kandidat Potensi Pembangkit EBT Jabar

Belum committed — daftar kandidat by jenis (MW)
Sumber: RUPTL 2025-2034, hal. B-42–43

Potensi Floating PLTS di Waduk Kementerian PU (Jabar)

Kapasitas dihitung dari 20% luas permukaan waduk
WadukLuas (Ha)Potensi (MW)Status

Sumber: RUPTL 2025-2034, Tabel 2.2, hal. II-32–33. Catatan: ini potensi teoretis, belum tentu masuk pipeline RUPTL committed.

07 Gangguan Jaringan Distribusi (Kinerja Penyulang PLN UID Jabar)

Data operasional PLN — proxy langsung untuk "historical blackout data" yang sebelumnya jadi gap. Kumulatif s.d. 2 Juli, gabungan gangguan Temporer + Permanen.

Total Gangguan s.d 2 Juli 2026
5.056kali
vs 3.414 kali di periode sama 2025 (+48%)
Penyebab Dominan
Pohon
1.005 kali (2026 s.d 2 Juli) — lalu Binatang (951), Petir (499)
UP3 Kenaikan Tertinggi
Majalaya
147 → 351 kali (+139%)
UP3 Terkendali
Cikarang
277 → 208 kali (-25%)

Gangguan per UP3: 2025 vs 2026

Kumulatif s.d 2 Juli, gabungan Temporer + Permanen (18 UP3)
Sumber: MASTER_REKAP_Kinerja_Penyulang 2026, sheet "Real YoY"

Top 10 Penyebab Gangguan (Provinsi)

Kali gangguan, tahun 2026 s.d 2 Juli — seluruh UP3
Sumber: sheet "PENYEBAB ALL"
Implikasi untuk MDP

Proxy risiko keandalan per region

Data gangguan per UP3 bisa jadi state variable "risk of outage" per wilayah — melengkapi equity-index dari kemiskinan. UP3 dengan gangguan tinggi + kemiskinan tinggi (mis. Garut, Sukabumi) jadi kandidat prioritas ganda.

Penyebab Alam vs Teknis

Pohon & binatang dominan, bukan alam ekstrem

Bencana alam cuma 4 kali dari total >5000 gangguan — mayoritas penyebab (pohon, binatang, layang-layang) sebenarnya bisa dimitigasi lewat pemeliharaan jaringan, bukan investasi pembangkit baru.

Catatan Data

Kenaikan gangguan 2026 perlu diklarifikasi

Kenaikan +48% YoY across-the-board di hampir semua UP3 bisa jadi indikasi cuaca ekstrem, bisa juga perubahan metode pencatatan/pelaporan. Perlu dikonfirmasi ke Dinas ESDM/PLN sebelum dipakai sebagai input model.

08 Data yang Masih Dibutuhkan

Daftar kebutuhan data yang belum ditemukan — status diperbarui setelah RUPTL & data gangguan PLN masuk.

⚠ Data yang Masih Dibutuhkan

Berikut item yang masih kosong dan sedang dilengkapi secara paralel.