Rekap data kuantitatif hasil ekstraksi dari RKPD Provinsi Jawa Barat 2026, RUPTL PLN 2025-2034, dan data operasional gangguan jaringan PLN UID Jabar — disusun untuk mendukung riset adaptasi kerangka MDP equity-aware ke konteks Jawa Barat.
Tren konsumsi dan komposisi bauran energi — dasar untuk mengisi state variable "demand" dan "supply RE/NRE" pada model MDP.
Pagu anggaran per program — kandidat langsung untuk parameter budget constraint pada MDP.
Anggaran "Ketenagalistrikan" jauh lebih besar karena mencakup operasional 7 Cabang Dinas ESDM dan target elektrifikasi daerah tertinggal — bukan murni belanja pembangkit EBT. Ini relevan untuk membedakan action "perluasan grid" vs "insentif EBT" di action space MDP.
Setiap wilayah kerja punya target identik 100% "pembangunan sarana listrik daerah belum berkembang, terpencil & perdesaan" — kandidat unit spasial untuk state variable region pada MDP (paralel dengan 8 kota pada paper asli).
Skema pendanaan APBD + CSR untuk memberi sambungan listrik gratis bagi rumah tangga miskin yang belum berlistrik — contoh langsung kebijakan redistributif yang bisa dipetakan ke reward function equity term.
Pembangunan PLTS atap di gedung sekolah wilayah kerja Dinas ESDM untuk mendorong bauran EBT — contoh action "bangun fasilitas RE publik" yang paling dekat dengan model MDP asli.
Proyek waste-to-energy dengan skema Kerjasama Pemerintah-Badan Usaha, memakai Perjanjian Jual Beli Listrik ke PLN atas penugasan Kementerian ESDM — contoh nyata dominasi swasta/IPP yang perlu direpresentasikan sebagai actor terpisah.
Proxy equity-index / social vulnerability untuk 27 kabupaten/kota — state variable inti pada reward function equity-aware.
| Kabupaten/Kota | 2020 | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | Status Equity |
|---|
Klasifikasi: Prioritas Tinggi >10% penduduk miskin · Sedang 7–10% · Rendah <7% (berdasarkan data 2024). Sumber: RKPD 2026, Tabel 2.38, hal. II-66–67.
Tren 2020–2024 dan sebaran ekstrem IPM antar kabupaten/kota (disparitas Jabar Utara/Tengah vs Jabar Selatan).
Lampiran B.3 RUPTL — proyeksi demand, kapasitas eksisting, dan kandidat pembangkit EBT spesifik Provinsi Jawa Barat.
| Waduk | Luas (Ha) | Potensi (MW) | Status |
|---|
Sumber: RUPTL 2025-2034, Tabel 2.2, hal. II-32–33. Catatan: ini potensi teoretis, belum tentu masuk pipeline RUPTL committed.
Data operasional PLN — proxy langsung untuk "historical blackout data" yang sebelumnya jadi gap. Kumulatif s.d. 2 Juli, gabungan gangguan Temporer + Permanen.
Data gangguan per UP3 bisa jadi state variable "risk of outage" per wilayah — melengkapi equity-index dari kemiskinan. UP3 dengan gangguan tinggi + kemiskinan tinggi (mis. Garut, Sukabumi) jadi kandidat prioritas ganda.
Bencana alam cuma 4 kali dari total >5000 gangguan — mayoritas penyebab (pohon, binatang, layang-layang) sebenarnya bisa dimitigasi lewat pemeliharaan jaringan, bukan investasi pembangkit baru.
Kenaikan +48% YoY across-the-board di hampir semua UP3 bisa jadi indikasi cuaca ekstrem, bisa juga perubahan metode pencatatan/pelaporan. Perlu dikonfirmasi ke Dinas ESDM/PLN sebelum dipakai sebagai input model.
Daftar kebutuhan data yang belum ditemukan — status diperbarui setelah RUPTL & data gangguan PLN masuk.
Berikut item yang masih kosong dan sedang dilengkapi secara paralel.